Agen Sbobet – (ke)Pantas(an) Seorang Big Sam Menjadi Manajer Timnas Inggris

Beberapa waktu yang lalu FA selaku federasi sepakbola Inggris mengumukan Samuel “Sam” Allardyce sebagai manajer / pelatih tim nasional Inggris menggantikan posisi Roy Hogson yang dinilai gagal pada gelaran EURO 2016 Perancis yang lalu. Penunjukan tersebut menuai pro dan kontra. Terlebih selama ini Big Sam begitu publik mengenal sosok Allardyce hanya menangani tim tim papan tengah seperti Bolton, Newcastle, Blackburn Rovers dan terkahir mememagang Sunderland. Bagaimana sebenarnya perjalanan karir dan dimana letak kepantasan Big Sam untuk memegang timnas Inggris.

Orang yang Tahu dan Paham Culture Sepakbola Inggris

Dalam otobiografi resminya, Big Sam, mengeluarkan kutipan :”When top clubs hit a 50-yard pass, people called it cultural pass, when me using it, they said it was hopeful hoof.” (Jika klub top melepaskan operan sepanjang 50-yard, mereka bilang itu operan yang indah. Jika saya yang menggunakannya, mereka bilang itu umpan panjang asal-asalan). Tulisan ini menggambarkan bahwa publik Inggris khususnya media agen sbobet sangat bersikap keras dan cenderung menghakimi terhadap sesuatu yang diluar ekspatasi mereka. Dan Big Sam paham akan hal tersebut. Ini merupakan sebuah modal berharga bagi pria yang dulu dikala masih aktif bermain berposisi sebagai bek tengah untuk menghadapi panas dan beratnya tekanan menjadi pelatih Inggris khususnya sorotan dari media.

Big Sam adalah orang asli Inggris, mengahbiskan hampir seluruh karir sepakbolanya baik sebagai pemain maupun sebagai manajer di Inggris, jadi dia paham betul bagaimana orang Inggris memaikan sepakbola. Kick and Rush yang adalah salah satu ciri khas sepakbola Inggris tentunya sudah sangat diketahui dan dipahami oleh Big Sam.

Karir Panjang Big Sam, Salah Satu Pengubah Wajah Liga Inggris

Salah satu sosok yang membawa perubahan dalam Liga Inggris adalah Allardyce. Meski memiliki rivalitas yang cukup panas dengan Arsene Wenger, namun dua nama inilah yang memadupadankan antara sepakbola dan science dalam satu kesatuan. Apa yang disebut sekarang sebagai sport science adalah merupakan sesuatu yang sudah dipakai oleh Big Sam sejak lama.

Karir Allardyce terbilang cukup panjang. Selama hampir 21 tahun dia menghabiskan waktu sebagai pemain sepakbola. Sebagai seorang bek tengah dia memiliki kecakapan dalam duel duel udara, kemampuan lebih dalam membaca permainan dipadu dengan antisipasi yang baik. Memuali karir bersama Bolton Wanderers di tahun 1971, untuk kemudian terus berpetualang dengan beberapa klub lain seperti Sunderland, Millwall, Coventry City sebelum akhirnya mengakhiri karirnya bersama Preston North End F.C. sebagai pemain dan pelatih Total selama berkarir sebagai pemain (1971-1992) Allardyce bermain sebanyak 479 kali dengan mengemas 32 gol agen sbobet.

Pria yang kini berusia 61 tahun ini memuali karir melatihnya dengan menajdi asisten pelatih sekaligus pemain dikala masih di West Brom musim 1989-1990. Pertama kali menajbat sebagai pelatih adalah pada musim Blackpool di musim 1994/1995. Selepas dari Blackpool Allardyce menangangi Notts Country dari 10 January 1997 sampai dengan 9 September 1999. Pada 19 Oktober 1999 samapi dengan April 2007 Big Sam menangani Bolton dan disinilah namanya muali dikenal sebagai salah satu sosok manajer dengan ciri khas bermain keras dan memainkan bola panjang, mengirimkan umpan umpan silang dengan intensif ke kotak penalti lawan. Newcastle, Balckburn dan Westham United menjadi tempat bekerja Allardyce selanjutanya sebelum pindah ke Sunderland pada Oktober 2015 yang akhirnya pada 22 Juli 2016 kemarin FA menunjuknya sebagai pelatih timnas.

Point terpenting dari seorang Big Sam adalah memiliki kualitas man-management yang baik, jauh lebih baik dari Sven-Goran Eriksson atau Hodgson sekalipun.Man-management ini perlu karena ekspektasi bagi pemain yang berseragam The Three Lions sangatlah besar. Media Inggris adalah perwujudan asli bagaimana ekspektasi yang berlebih dari publik dibumbui dengan sangat sempurna oleh media-media di Inggris. Hanya media Inggris yang bisa melabeli Harry Kane lebih baik dari Sergio Aguero dan hanya media Inggris yang percaya bahwa Jamie Vardy cukup pantas bermain bagi Real Madrid.

Meski secara kemampuan tactical tak sekaya Pep Guardiola atau Jose Mourinho, namun Big Sam adalah orag yang sistematis. Sebagai pelopor sport science dia menyandarkan pilihan dan rasionalitas permainan pada data dan statistik lapangan, bukan sekedar nama besar agen sbobet semata.

Big Sam memang belum menjalani laga atau pertandingan bersama timnas, namun kiprahnya patut untuk ditunggu. Mampukah pelatih yang selama karirnya memiliki rasio 36,3 % kemenangan, 26,9 % hasil imbang, dan 36,8 % kekalahan ini memberikan hasil yang maksimal dan terbaik bagi publik sepakbola Inggris.